Meminta2 untuk memperkaya diri Dan menuruti Hawa nafsu

Wednesday, 3 January 2018

Perempuan yg ditinggal mati oleh suaminya, baik ia hamil atau tidak, tidak berhak memperoleh nafakah maupun tempat tinggal, karena ia berhak mendapatkan warisan, dari harta peninggalan suaminya. ليس للحامل المتوفى عنها زوجها نفقة (رواه الدارقطنى) "Perempuan hami


KEWAJIBAN SUAMI SELAMA MASA IDDAH. Seorang suami yg mencerai istrinya, tetap berkewajiban memberi nafakah dan tempat tinggal selama masa iddahnya belum berakhir. 1). Perempuan yg dithalaq dengan thalaq roj'i berhak menerima nafakah dan tempat tinggal. إنما النفقة والسكنى للمرأة إذا كان لزوجهاعليها...(رواه أحمد ونساع) "Nafakah dan tempat tinggal itu hanya bagi perempuan yg boleh dirujuk oleh suaminya". 2). Perempuan yg dithalaq dengan thalaq bain dan ia dalam keadaan hamil berhak memperoleh nafakah dan tempat tinggal. وإن كن اولات حمل فانفقوا عليهن حتي يضعن حملهن (الطلاق : ٦) "Dan jika mereka (istri istri yg sudah dithalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafakahnya sehingga mereka bersalin (melahirkan). 3). Perempuan yg dithalaq dengan thalaq bain dan ia tidak hamil, hanya berhak memperoleh tempat tinggal dan tidak berhhak memperoleh nafakah. اسكنوهن من حيث سكنتم من وجدكم (الطلاق :٦) "Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu". Menurut sebagian Ulama, perempuan yg dithalaq dengan thalaq bain, tetapi ia tidak hamil, tidak berhak memperoleh tempat tinggal maupun nafakah, mereka beralasan dengan hadits عن فاطمة بنت قيس عن النبي صلى الله عليه وسلم فى المطلقة ثلاثا قال : ليس لها سكني ولا نفقة (رواه أحمد والدارقطنى) "Dar Fatimah bin Qois dari Nabi Shollallaahu alaihi wasallam : ia tidak berhak mendapatkan nafakah". 4). KEWAJIBAN SUAMI SELAMA MASA IDDAH. Seorang suami yg mencerai istrinya, tetap berkewajiban memberi nafakah dan tempat tinggal selama masa iddahnya belum berakhir. 1). Perempuan yg dithalaq dengan thalaq roj'i berhak menerima nafakah dan tempat tinggal. إنما النفقة والسكنى للمرأة إذا كان لزوجهاعليها...(رواه أحمد ونساع) "Nafakah dan tempat tinggal itu hanya bagi perempuan yg boleh dirujuk oleh suaminya". 2). Perempuan yg dithalaq dengan thalaq bain dan ia dalam keadaan hamil berhak memperoleh nafakah dan tempat tinggal. وإن كن اولات حمل فانفقوا عليهن حتي يضعن حملهن (الطلاق : ٦) "Dan jika mereka (istri istri yg sudah dithalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafakahnya sehingga mereka bersalin (melahirkan). 3). Perempuan yg dithalaq dengan thalaq bain dan ia tidak hamil, hanya berhak memperoleh tempat tinggal dan tidak berhhak memperoleh nafakah. اسكنوهن من حيث سكنتم من وجدكم (الطلاق :٦) "Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu". Menurut sebagian Ulama, perempuan yg dithalaq dengan thalaq bain, tetapi ia tidak hamil, tidak berhak memperoleh tempat tinggal maupun nafakah, mereka beralasan dengan hadits عن فاطمة بنت قيس عن النبي صلى الله عليه وسلم فى المطلقة ثلاثا قال : ليس لها سكني ولا نفقة (رواه أحمد والدارقطنى) "Dar Fatimah bin Qois dari Nabi Shollallaahu alaihi wasallam : ia tidak berhak mendapatkan nafakah". 4). Perempuan yg ditinggal mati oleh suaminya, baik ia hamil atau tidak, tidak berhak memperoleh nafakah maupun tempat tinggal, karena ia berhak mendapatkan warisan, dari harta peninggalan suaminya. ليس للحامل المتوفى عنها زوجها نفقة (رواه الدارقطنى) "Perempuan hamil yg ditinggal mati suaminya tidak berhak mendapatkan nafakah".Perempuan yg ditinggal mati oleh suaminya, baik ia hamil atau tidak, tidak berhak memperoleh nafakah maupun tempat tinggal, karena ia berhak mendapatkan warisan, dari harta peninggalan suaminya. ليس للحامل المتوفى عنها زوجها نفقة (رواه الدارقطنى) "Perempuan hamil yg ditinggal mati suaminya tidak berhak mendapatkan nafakah".

No comments:

Post a Comment